Sertakan Selalu Niat Terbaik Didalam Diri

Minggu, 20 Januari 2013 | |


Didalam mengisi hari-hari selalu sertakan dalam diri niat-niat nan berseri, niat-niat yang penuh obsesi dan bukan hanya materi, tuk menuju keridhaan illahi.

Niat itu letaknya di awal ibadah dan tempatnya di dalam hati. Niat itu merupakan bagian dari keimanan.mari selalu memperhatikan niat kita.supaya tidak menjadi suatu kesiasiaan

Niat adalah suatu keinginan dan kehendak hati. Imam Ahmad dan Imam Syafi'i berkata dalam hadits tentang niat bahwa niat mencakup sepertiga dari ilmu. karena memang didalam kita bertindak mencakup tiga hal yaitu tentang hati, lisan dan perbuatan anggota badan.

Didalam kita berbuat sesuatu maka iringilah perbuatan itu dengan niat yang baik.karena niat begitu erat kaitannya dengan perbuatan dan merupakan syarat diterima atau tidaknya suatu amalan

Niat lah yang kemudian membedakan antara amalan dengan adat atau kebiasaan.Ketika berniat ,niatkanlah untuk mencari ridha Allah.Ketika niat itu benar maka niat itu akan bernilai ibadah.

Mari kita renungi
 
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.

Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya.

Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.
(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kita Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .

Hadits ini menjadi inti ajaran islam, Sebab-sebab turunnya hadits ini : ada seseorang yang hijrah dari mekah ke madinah (sebelum penaklukan mekkah 8 H) dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : "Ummu Qais" dan niatnya bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Kemudian orang tersebut mendapatkan sebutan "Muhajir Ummu Qais".

Sertakan selalu niat terbaik di dalam diri, yaitu niat untuk mendapat ridha Allah dan Rasul-Nya

.......................